Kantor telah berkembang menjadi pusat tempat kreativitas berkumpul dan juga saling beradu. Dalam perkembangannya, akustik kantor dan insulasi ruang pada kantor mungkin sering sekali diabaikan. Berikut ini kami akan memaparkan bagaimana akustik kantor yang buruk di kantor dapat mempengaruhi kenyamanan hingga tingkat produktifitas karyawan di kantor anda, dan apa yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan akustik kantor anda.
Kantor selalu terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada tahun 1930-an, kantor dirancang untuk fungsionalitas dengan sangat sedikit aspek kreativitas di dalamnya. Ruang privasi dan kenyamanan pribadi tidak terlalu penting, menyerupai pabrik; mengusung pokok-pokok kehidupan kerja selama proses revolusi industri.
Selama bertahun-tahun, meja bertambah ukurannya untuk mengakomodasi peralatan-peralatan kerja dan penggunaan bilik-bilik atau juga meja cubicle diperkenalkan untuk memaksimalkan produktivitas dan meningkatkan privasi
Hingga saat ini, kantor kita telah mengalami berbagai transformasi dramatis dari awal yang mungkin cenderung konvensional. kantor yang memiliki open space luas nampaknya menjadi pilihan desain yang disukai untuk saat ini. Hal ini menimbang open space pada ruangan kantor dipercaya dapan meningkatkan kerja kolaboratif, kreativitas, dan inovasi.
Akibatnya, perusahaan mengembangkan ruang kantor mutakhir yang dirancang untuk mewakili citra perusahaan dan meyatukan orang, dengan konsep :
1. Open Space
2. Hot Desking
3. Warna-warna cerah
4. Furniture dan Interior yang modern
5. Area kerja komunal
Mengapa Akustik Ruang pada ruangan kerja itu sangat penting?
Terlepas dari niat utama membuat ruang office dapat menciptakan kreativitas dan melecut produktivitas karyawan, akustik ruang biasanya diabaikan dalam proses pembuatan atau juga desain pada sebagian besar kantor modern. Suara yang tidak diinginkan, atau juga "kebisingan" mungkin sudah menjadi hal yang biasa pada kantor saat ini. Padahal, banyak penelitian menunjukan bahwa kebisingan adalah keluhan yang paling sering dialami oleh pekerja kantoran hingga dapat mengganggu produktivitas mereka.
Sebuah studi tahun 2016 oleh Oxford Economics menemukan bahwa karyawan menginginkan ruang kerja yang bebas dari gangguan. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa akustik kantor adalah yang terakhir dalam pertimbangan desainer saat mengembangkan sebuah kantor.
Bagaimana akustik mempengaruhi kreativitas?
Kami telah membahas bagaimana akustik bisa memengaruhi produktivitas, tetapi dengan kreativitas yang menjadi kontributor utama kesuksesan saat ini. Mari kita lihat bagaimana akustik yang buruk dapat menghambat kreativitas.
Mehta, Zhu dan Cheema (2012) menerbitkan sebuah makalah yang mempelajari efek kebisingan pada kinerja tugas kreatif.
Metode yang mereka gunakan adalah sebagai berikut :
Subjek melakukan berbagai latihan yang dirancang untuk mengukur kefasihan ideasional dan keterbukaan pikiran saat ada bunyi soundtrack yang diputar. Lagu tersebut dimainkan dengan volume rendah (50 desibel), sedang (70 desibel), dan tinggi (85 desibel). Kelompok lainnya melakukan percobaan yang sama tanpa soundtrack yang menyertainya. Anehnya, kelompok ini tidak mencapai hasil seperti yang lainnya. Faktanya, peserta yang terkena kebisingan pada tingkat menengah (70 desibel) memiliki daya kreativitas yang lebih baik.
Apa yang bisa kita ambil dari noise experiment ini?
Penelitian menunjukan bahwa kreativitas bergantung pada tingkat kebisingan yang tepat, untuk mendapatkan segala ide-ide kreatif dengan maksimal.
Sekarang kita tahu mengapa cafe atau tempat kopi adalah tempat yang paling digemari sebagai tempat co working space dan menjadi tempat untuk menyelesaikan berbagai macam pekerjaan. Untuk mendapatkan gagasan paling kreatif maka kita harus mengatur tingkat kebisingan yang tepat pada lingkungan kantor.
Tapi bagaimana kita bisa menjaga kebisingan itu pada 70 desibel?
Pada Kantor yang memiliki ruang kerja yang luas, akan sulit untuk menjaga volume suara pada tingkat yang konsisten pada setiap sudut ruangan. untuk mengatasi ini adapun beberapa solusi untuk suara tetap terjaga, yaitu akustik ruangan yang baik. Untuk menghasilkan akustik yang baik ruangan harus memiliki serapan yang baik juga sekaligus mempertimbangkan pantulan suara ruangan.