Ketika Anda setting sound system baik untuk karaoke, home theater, auditorium maupun untuk home theater, Anda akan sering bertemu dengan istilah impedansi speaker dan ohm. Memahami keduanya sangat penting agar saat menghubungkan speaker pasif dengan amplifier tidak terjadi kendala.
Apa Itu Impedansi Speaker?
Impedansi, yang diukur menggunakan satuan ohm ( Ω), menunjukkan seberapa besar arus listrik yang diambil atau ditarik oleh speaker dari amplifier. Supaya lebih mudah dibayangkan, mari gunakan perumpamaan air.
Bayangkan arus listrik merupakan air yang mengalir melalui selang, sedangkan sound system adalah taman. Impedansi merupakan ujung selang (dozzle) yang mengatur banyaknya air yang keluar. Ada dua jenis impedansi, yaitu:
Impedansi rendah (nozzle terbuka)
Seperti selang terbuka yang mengalirkan banyak air, speaker dengan impedansi rendah menarik arus listrik lebih besar dari amplifier. Hal ini membuat amplifier mengirim daya yang lebih besar ke speaker.
Namun, selang yang terbuka penuh bisa membuat taman kebanjiran, jika amplifier tidak dirancang untuk arus besar maka impedansi rendah dapat membebani amplifier.
Impedansi tinggi (nozzle tertutup)
Ketika nozzle pada ujung selang ditutup atau bukaannya kecil, aliran air akan terbatas, sedangkan pada speaker, impedansi tinggi hanya menarik sedikit arus listrik dari amplifier, membuat kerja amplifier lebih ringan sehingga mudah dioperasikan.
Namun, seperti beberapa tanaman yang memerlukan lebih banyak air dibandingkan tanaman lainnya, speaker dengan impedansi tinggi juga memerlukan amplifier yang dapat memberikan tegangan lebih tinggi agar dapat mencapai volume yang sama.
Misalkan, speaker impedansi rendah dan impedansi tinggi sama-sama memiliki volume 40 dB. Pada speaker impedansi rendah (arus besar) hanya memerlukan tegangan 20 volt, sementara pada speaker impedansi tinggi (arus rendah) memerlukan tegangan lebih tinggi, misal 40 volt.
Speaker Aktif dan Pasif
Selanjutnya mari bahas sedikit tentang jenis speaker. Speaker dibagi menjadi speaker aktif dan pasif.
Speaker aktif sudah memiliki amplifier bawaan, sehingga pengaturan impedansi sudah diatur secara internal oleh speaker itu sendiri. Speaker-speaker yang biasa digunakan pada komputer, speaker bawaan laptop dan gawai lainnya termasuk kategori speaker aktif. Jenis ini cocok untuk Anda yang tidak ingin repot melakukan pengaturan sound system.
Speaker pasif memerlukan amplifier eksternal atau AV receiver agar dapat menyala. Jika Anda menggunakan speaker pasif maka memahami impedansi speaker sangat penting.
Hubungan Impedansi dengan Kualitas Suara
Impedansi speaker bukan penentu kualitas speaker, tetapi memengaruhi cara speaker menerima daya listrik dari amplifier.
-
Impedansi rendah: memungkinkan arus listrik mengalir lebih besar sehingga suara speaker bisa lebih keras, tetapi semakin tinggi volume speaker maka amplifier akan semakin terbebani.
-
Impedansi tinggi: pada daya yang sama akan menghasilkan volume yang lebih rendah, tetapi beban amplifier lebih ringan.
Mana yang Lebih Baik, Impedansi Tinggi atau Rendah?
Tergantung kebutuhan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Speaker impedansi tinggi
- Menarik arus listrik lebih rendah
- Risiko overload lebih rendah
- Cocok untuk penggunaan lama karena lebih stabil
- Membutuhkan tegangan lebih tinggi untuk tingkat volume yang sama. Jika amplifier tidak dapat memenuhi kebutuhan pasokan tegangan, speaker mungkin tidak bisa mencapai volume potensialnya.
Speaker impedansi rendah
- Menarik arus listrik lebih besar, bila amplifier mendukung maka dapat memberikan pasokan daya yang lebih tinggi
- Cocok untuk menonton film dan mendengarkan musik dengan pengalaman yang imersif
- Pasokan arus listrik yang lebih besar dapat membebani amplifier yang tidak dirancang untuk menangani peningkatan arus, sehingga dapat membuat overheat, terutama saat volume speaker diatur tinggi
Kapan Impedansi Penting?
Impedansi perlu diperhatikan ketika menghubungkan speaker pasif dengan amplifier. Anda tidak perlu repot menentukan impedansi tertentu sesuai ukuran ruangan atau genre musik. Impedansi perlu diperhatikan hanya untuk memastikan speaker dan amplifier cocok satu sama lain, terutama pada sistem:
-
Home theater
-
Karaoke room
-
Studio musik & recording
-
Sound system acara: pernikahan, konser, rapat & seminar
Dengan impedansi yang pas maka volume antar speaker lebih seimbang, kualitas suara tetap baik, dan sistem lebih stabil.
Misalnya, pada sistem home theater dengan speaker surround maka impedansi speaker yang sesuai akan menghasilkan suara surround yang lebih seimbang.
Baca juga: Treatment Masalah Akustik Pada Gereja
Menyesuaikan Amplifier dengan Impedansi Speaker
Impedansi dapat disebut sebagai kerjasama antara speaker dengan amplifier. Jika keduanya cocok, suara akan terdengar jelas dan nendang.
Setiap speaker dan amplifier memiliki nilai impedansi masing-masing, biasanya tertulis pada label di belakang perangkat atau pada buku panduan. Nilai impedansi yang umum adalah 8 Ω dan 4 Ω.
Jika impedansi speaker lebih rendah dibandingkan kemampuan amplifier maka amplifier bisa bekerja terlalu berat. Sementara jika impedansi terlalu tinggi maka suara bisa terdengar lemah karena amplifier tidak dapat memberikan pasokan tegangan yang cukup.
Menggunakan Speaker Aktif? Abaikan Impedansi
Bila Anda menggunakan speaker aktif maka Anda tidak perlu memikirkan perihal impedansi, termasuk pada sound system home theater.
Sebagian besar sound system home theater menggunakan speaker pasif, tetapi saat ini telah banyak sistem audio home theater wireless yang artinya mereka menggunakan speaker aktif.
Namun, meskipun wireless, tetapi bukan 100% tanpa kabel. Speaker tetap memiliki kabel power stop kontak.
Bahkan, jika Anda akan menghubungkan speaker aktif dengan amplifier demi meningkatkan volumenya agar semakin menggelegar, Anda tidak perlu memerlukan impedansi karena umumnya menggunakan sambungan seperti ini:
Amplifier / AV receiver (pre-out) > speaker aktif (RCA/XLR/AUX)
Namun, jika Anda menggunakan amplifier > converter > speaker aktif maka impedansi akan sedikit berpengaruh, tetapi bukan pada speaker aktif tersebut.
Kesimpulan
Impedansi speaker sangat perlu diperhatikan ketika menghubungkan speaker pasif dengan amplifier. Sementara pada speaker aktif tidak perlu diperhatikan.
Temukan lebih banyak informasi seputar audio & akustik di Instagram, TikTok, dan Youtube MyStudio Acoustic. Anda juga dapat berkonsultasi seputar peredaman suara dan treatment akustik melalui WhatsApp kami.