Pada artikel Analog vs Digital Music Recording yang lalu telah dibahas sekilas tentang perbandingan digital vs analog recording secara sederhana. Pada artikel kali ini akan dibahas lebih lanjut perbedaan analog dan digital recording secara teknis.
Pengertian Digital vs Analog Recording
Pertama, mari kita ingat apa itu pengertian digital recording dan analog recording. Secara sederhana digital recording adalah proses rekaman menggunakan perangkat-perangkat digital: komputer/ponsel, dan perangkat pendukung lainnya seperti soundcard.
Sedangkan analog recording adalah proses rekaman menggunakan perangkat analog seperti tape recorder dan vinyl (piringan hitam.
Lebih Lanjut Tentang Analog Recording
1. Tape Recorder
Ketika membahas tentang digital vs analog recording, tape recorder pasti menjadi salah satu perangkat yang paling berkesan bagi orang-orang kelahiran 70 hingga 90-an. Pada masa ini tape recorder telah dibuat dalam ukuran yang minimalis dibandingkan saat pertama kali ditemukan. Selain itu telah diproduksi dalam fitur 2-in-one (recorder sekaligus player).

Contoh tape recorder
Tape recorder atau magnetic tape merupakan perangkat analog recording dengan kualita terbaik. Mesin tape recorder bekerja dengan konsep berikut: ketika aliran listrik disalurkan melalui kawat, medan magnet terbentuk di sekitar kawat, begitu pula sebaliknya.
Tape recorder memungkinkan kita untuk menyimpan arus listrik bolak-balik dari mikrofon, lalu menyimpannya sebagai muatan utama di sepanjang pita magnetik yang terdapat di dalam kaset.
Ketika Anda memutar kaset pita magnetik tersebut melalui tape player maka pita akan dikonversikan kembali sebagai arus listrik sehingga speaker menghasilkan audio.
Cara kerja tape recorder
Ketika tape recorder digunakan untuk merekam maka mesin tersebut akan mengirimkan sinyal audio elektrik melalui kawat melingkar yang mengelilingi magnet yang berada dekat dengan pita magnetik. Kawat melingkar yang mengelilingi magnet ini disebut dengan record head.
Ketika pita melewati medan magnet yang diciptakan oleh record head, partikel-partikel di sepanjang pita jadi bermuatan magnetis. Pola muatan magnet di sepanjang pita menyerupai sinyal audio yang dikirim melalui gulungan kawat.
Amplitudo sinyal audio berhubungan dengan besarnya muatan magnet yang tercipta pada pita tersebut. Semakin besar muatan magnetnya maka amplitudonya akan semakin tinggi.
Ketika kaset pita diputar melalui tape player maka proses sebaliknya terjadi.
Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kualitas rekaman tape recorder, dua faktor yang paling berpengaruh adalah kecepatan dan lebar pita.
Kecepatan Pita
Kecepatan pita dalam melewati record head memengaruhi kualitas rekaman. Pita yang cenderung cepat akan memproduksi rekaman dengan respons frekuensi yang lebih baik, sedikit noise (seringnya noise tersebut seperti suara mendesis), dan dropout (area di mana pita tidak memiliki sinyal) yang lebih pendek.
Kecepatan mesin tape dinyatakan dalam inchi per second (ips). Mayoritas mesin tape memiliki kecepatan 7,5 ips, 15 ips, dan 30 ips. Sedangkan standar untuk profesional recording adalah 15 ips.
Lebar Pita
Lebar pita juga dapat memengaruhi kualitas rekaman. Semakin lebar pita maka kualitas rekaman akan semakin baik. Meski demikian, lebar pita sebenarnya lebih berpengaruh pada seberapa banyak track yang dapat Anda rekam. Semakin lebar pita maka memungkinkan Anda untuk merekam beberapa sumber yang berbeda dan memutarnya kembali secara terpisah.
2. Vinyl
Dalam upaya mendistribusikan audio dalam skala besar, rekaman pada kaset pita dapat disalin ke piringan hitam vinyl.
Namun, kualitas suara vinyl tidak sebagus pita magnetik. Meski demikian vinyl merupakan pilihan yang tepat untuk produksi massal karena proses produksinya lebih mudah, memakan lebih sedikit ruang, dan lebih tahan lama.

Contoh vinyl yang sedang diputar
Selain itu, tidak akan rusak akibat medan magnet karena cara penyimpanan audionya berbeda dari kaset pita magnetik.
Pada permukaan vinyl terdapat alur-alur melingkar. Di sanalah audio disimpan. Ketika piringan hitam berputar dengan kecepatan tertentu, stylus atau jarum pada mesin vinyl akan bergerak melalui alur tersebut. Ketika stylus bergerak maju dan mundur mengikuti alur maka arus listrik pada kabel yang terhubung pada amplifier akan tercipta. Amplitudo sinyal audio berhubungan dengan intensitas gerakan stylus.
Lebih Lanjut Tentang Digital Recording
Untuk dapat membandingkan digital vs analog recording, maka yang perlu Anda ketahui pada digital recording adalah prinsip-prinsip dasar yang digunakannya, bukan perangkat-perangkatnya. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. PCM
PCM adalah metode standar yang digunakan untuk me-encoding sinyal audio ke format binari. Pada rekaman analog, gelombang suara diciptakan menggunakan medan magnet. Sedangkan PCM menciptakan gelombang suara dengan menyimpan serangkaian nilai numerik yang mewakili amplitudo di berbagai titik di sepanjang gelombang.
Nilai tersebut diwakilkan oleh sekelompok bit biner yang disebut samples. Setiap samples mewakili nilai numerik dalam rentang possible value.
Possible value sendiri merupakan nilai yang mungkin dibaca oleh komputer. Nilai tersebut tergantung jenis data yang digunakan, tetapi pada digital recording, data yang digunakan adalah integer yang meliputi bilangan negatif, 0, dan bilangan positif. Proses ini disebut kuantisasi, dilakukan oleh perangkat konverter analog to digital.
Ketika hasil rekaman diputar maka samples akan dikonversikan kembali menjadi sinyal listrik dan dikirim ke speaker. Proses ini dilakukan oleh mesin konverter digital to analog.
2. Bit Depth
Setiap samples mewakili sebuah nilai yang berada pada rentang possible value. Range dari possible value ditentukan oleh bit depth. Sedangkan bit depth adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan seberapa banyak bit yang terdapat di dalam setiap sample.
Setiap bit dapat mewakili 2 possible value. Hasil rekaman yang memiliki lebih banyak bit per sampel dapat mewakili rentang nilai yang lebih besar dan memiliki tingkat kebisingan yang jauh lebih rendah dibandingkan hasil rekaman dengan kedalaman bit yang jauh lebih sedikit.

Contoh tampilan DAW untuk proses dan editing digital
Setiap waktu, jumlah bit ditambahkan, nomor setiap possible value akan digandakan. Di mana satu bit dapat mewakili 2 nilai maka dua bit akan mewakili 4 nilai, 4 bit akan mewakili 16 nilai, 8 bit akan mewakili 256 nilai, 16 bit (standar CD) 65.536 nilia, dan 24 bit (standar rekaman profesional) 16.777.216 nilai.
Nilai-nilai tersebut merupakan nilai amplitudo. Sedangkan mayoritas studio rekaman profesional menggunakan 32 bit yang nilainya dinyatakan dalam floating point.
3. Sample Rate
Sample rate atau laju sample menentukan berapa banyak sampel gelombang suara yang diambil setiap detik. Kecepatan sample diukur dalam Hertz (Hz). Melakukan rekaman pada sample rate yang lebih tinggi memungkinkan Anda dapat merekam frekuensi yang lebih tinggi.
Teorema Nyquist menyatakan jika Anda merekam sample digital maka Anda hanya akan mendapatkan frekuensi yang kurang dari setengah sampel rate yang Anda ambil. Contohnya, jika Anda ingin merekam suara 20 kHz maka Anda harus mengambil sample rate yang lebih besar dari 40 kHz.
Oleh karena itu 44,1 kHz menjadi sample rate standar untuk CD. Audio untuk video memiliki standar 48 kHz. Bahkan banyak rekaman digital yang melebihi standar ini, 96 kHz lebih.
Format File Audio Digital
Hal terakhir yang harus Anda pahami ketika membandingkan digital vs analog recording adalah mengetahui jenis format file audio digital. Secara garis besar terdapat 2 format, yaitu:
1. Lossy Data Compression Format (MP3 & AAC)
Lossy data compression adalah format audio digital di mana ketika suara dikompres/diolah untuk diterbitkan hasil akhirnya maka memungkinkan terdapat informasi-informasi atau hasil rekaman yang hilang. Jika hilang maka tidak dapat dikembalikan. Alhasil, kualitas audio tidak begitu bagus.
Meskipun kualitas audio tidak bagus, tetapi tingkat noise yang dimilikinya rendah. Format lossy data yang paling banyak kita jumpai adalah MP3. Biasanya digunakan untuk perangkat dengan penyimpanan terbatas atau untuk konten streaming dengan bandwidth internet yang terbatas.
2. Lossless Data Compression Format (FLAC & AIFF)
Lossless data compression adalah kebalikan dari lossy data compression. Tidak ada data yang hilang selama proses kompresi. Alhasil kualitas suara lebih baik dibandingkan format audio lossy.
Beberapa platform digital streaming telah menawarkan format ini, salah satunya adalah Tidal. Dengan menggunakan format ini maka audio akan di-encode ke file yang lebih kecil dan nantinya kana di-decode kembali. Informasi PCM asli akan dikembalikan dalam bentuk WAV.
Pro dan Kontra Digital vs Analog Recording
Dari serangkaian penjelasan di atas inilah saatnya membandingkan digital dan analog recording.
Noise
Perangkat recording digital dan analog sama-sama dapat memunculkan noise. Seperti yang telah disebut sebelumnya, terkadang tape recording memiliki suara mendesis.
Sedangkan pada rekaman digital, jika arus listrik tidak pas maka dapat memunculkan suara seperti kertas atau plastik diremas bahkan terdapat suara dengungan tanpa henti meskipun tidak ada suara apapun yang direkam.
Namun, ketika arus listrik yang didapatkan pas maka kebisingan-kebisingan tersebut dapat dihindari.
Selain itu, jika terdapat noise lain yang ditimbulkan dari lingkungan, bukan perangkat, maka Anda dapat menghilangkannya selama proses editing. Jadi, digital recording merupakan pilihan yang paling tepat untuk hasil rekaman yang bebas noise.
Signal Fidelity
Signal fidelity adalah kesetiaan atau dalam hal ini adalah keaslian hasil rekaman yang mirip dengan sinyal asli.
Analog recording menghasilkan rekaman dengan suara yang lebih asli, lebih natural. Sedangkan digital recording terdengar telah melalui proses pengolahan oleh perangkat rekaman, meskipun Anda belum melakukan editing apapun.
Pada poin ini, tidak ada yang lebih baik dan yang lebih buruk. Tergantung bagaimana hasil audio yang Anda inginkan.
Produksi dan Editing
Dalam proses produksi dan editing audio digital, segalanya juga serba digital. Anda menggunakan audio workstation yang tersambung pada software audio itu sendiri. Anda bebas memotong di bagian manapun, jika dirasa kurang tepat cukup tekan tombol undo.
Namun, pada proses editing analog, Anda tidak dapat melakukannya. Pada kaset pita contohnya. Jika terdapat bagian yang perlu dipotong maka Anda benar-benar harus memotong pita tersebut. Jika salah maka tidak bisa diperbaiki harus diulangi dari awal.
Selain itu, tidak ada batasan jumlah track dalam digital recording. Sedangkan pada analog multitrack hanya mencapai 24 track.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil perbandingan digital vs analog recording di atas, melakukan digital recording di era modern ini jauh lebih menguntungkan karena prosesnya lebih mudah. Di samping itu, perangkat analog recording saat ini sangat sulit ditemukan. Sedangkan perangkat digital recording sangat mudah ditemukan, salah satunya adalah ponsel Anda sendiri.
Dapatkan informasi menarik seputar dunia audio dan akustik lainnya di Instagram, TikTok, dan Youtube kami.
Kualitas hasil digital recording Anda masih terdapat noise? Bisa jadi recording studio belum dilengkapi dengan panel akustik. Hubungi WhatsApp MyStudio untuk mendapatkan panel akustik sesuai kebutuhan Anda.