Pengukuran akustik (acoustic measurement) adalah serangkaian metode yang memungkinkan Anda untuk mengetahui dan memutuskan parameter-parameter akustik seperti tingkat kebisingan dan waktu dengung (reverberation time).
Pengukuran dilakukan agar tercapai kondisi akustik yang diinginkan. Contohnya, berdasarkan hasil pengukuran kebisingan di dalam studio musik mencapai 90 dB dapat maka Anda dapat menentukan berapa peredaman suara yang diperlukan apakah 20 dB, 40 dB, 50 dB, dan seterusnya.
Contoh lainnya adalah hasil pengukuran menunjukan waktu dengung mayoritas frekuensi suara di atas 1,5 detik padahal Anda menginginkan waktu dengung 1 detik maka Anda dapat memutuskan apa yang harus dilakukan agar waktu dengung menjadi 1 detik saja.
Dalam mengukur akustik terdapat beberapa alat yang digunakan di antaranya adalah omni directional microphone, speaker, dan sound level meter.
Perbedaan Perhitungan Akustik dan Getaran
Pengukuran akustik erat kaitannya dengan pengukuran getaran karena getaran juga berkaitan erat dengan akustik. Getaran dapat menimbulkan suara yang nantinya dapat dianggap sebagai noise yang harus diatasi. Contohnya saja ketika kaca bergetar, pasti akan menimbulkan suara gemuruh.

Contoh sound level meter
Alat yang digunakan untuk mengukur getaran berbeda dengan alat yang digunakan untuk mengukur akustik. Jika untuk mengukur akustik terdapat sound level meter maka untuk mengukur getaran alat yang digunakan adalah vibrometer.
Vibrometer nantinya digunakan bersama dengan vibration transducer (sejenis sensor pendeteksi getaran).
.jpg)
Contoh vibrometer
Pentingnya Pengukuran Akustik dan Getaran
1. Terciptanya Lingkungan Kerja yang Kondusif
Suara kendaraan bermotor, suara klakson kereta api, suara mesin pesawat yang melintas di atas bangunan semua itu akan membuat lingkungan kerja menjadi tidak kondusif.
Bahkan suara-suara dari dalam bangunan yang sama tetapi dari ruangan berbeda, misalkan suara mesin printer yang terdengar hingga meeting room dapat mengganggu produktivitas para pekerja.
Kondisi akustik perlu diukur agar Anda dapat menentukan seberapa banyak peredaman suara yang diperlukan sehingga kebisingan-kebisingan tersebut tidak mengganggu para pekerja.
2. Menentukan Struktur Bangunan
Getaran yang hebat dapat merusak struktur bangunan. Akibatnya bangunan dapat retak bahkan roboh apalagi jika getaran tersebut terjadi setiap hari: contohnya getaran akibat truk tronton maupun kereta api yang melintas.
Sebelum mulai merancang dan membangun sangat penting untuk melakukan perhitungan getaran di lingkungan sekitar agar nantinya tidak salah dalam menentukan struktur bangunan.
Jika struktur bangunan hanya ditentukan berdasarkan perkiraan atau kebiasaan, tanpa berdasarkan getaran yang terjadi sehari-hari di lingkungan tersebut maka perhitungan bisa salah. Bangunan tidak akan kuat menahan getaran tersebut akibatnya bangunan cepat rusak hingga roboh.
3. Menjaga Kesehatan
Kebisingan yang mencapai 70 dB dapat merusak pendengaran apalagi jika seseorang terpaparnya selama 8 jam secara rutin pada jangka waktu yang lama. Kemampuan mendengar akan berkurang, pada kondisi yang parah bahkan bisa mengalami tuli.
Bukan hanya akan merusak kesehatan pendengaran, kebisingan juga dapat menyebabkan stress yang pada akhirnya menurunkan produktivitas.
Sementara getaran yang kuat dapat menyebabkan kaget, tidak menutup kemungkinan menyebabkan serangan jantung apalagi bila getaran terasa seperti gempa.
4. Meningkatkan Kualitas Komunikasi
Pengukuran akustik berupa pengukuran tingkat gema sangat penting untuk meningkatkan kualitas komunikasi.
Gema yang terlalu tinggi membuat suara di dalam ruangan tidak jelas, terutama suara ucapan manusia sehingga dapat menghambat komunikasi. Dengan mengetahui tingkat gema maka dapat diputuskan apakah tingkat gema tersebut sudah ideal atau belum. Jika belum ideal maka langkah selanjutnya adalah menentukan solusinya.
Bagaimana Cara Mengukur Akustik?
Dalam melakukan pengukuran akustik terdapat beberapa peralatan yang diperlukan, di antaranya adalah:
1. Sound Level Meter
Sound level berfungsi untuk mengukur tingkat kebisingan di sekitar. Sound level standar menggunakan satuan dBA (decibel A), yaitu standar kebisingan di lingkungan umum. Ada pula sound level meter yang juga menggunakan dBC (desibel C) yang berfungsi untuk mengukur kebisingan di lingkungan industri/pabrik.
Lakukan pengukuran di dalam dan di luar ruangan/gedung dalam beberapa kondisi, yaitu:
-
Di luar ruangan/gedung ketika di dalam ruangan/gedung tidak ada kebisingan
-
Di dalam ruangan/gedung ketika ada kebisingan
-
Di luar ruangan/gedung ketika ada kebisingan dengan level yang sama di dalam ruangan tersebut
2. Laptop, Speaker, Software Akustik dan Omni Microphone
Berfungsi untuk membuat suara buatan di dalam ruangan. Pastikan suara buatan berada pada peak atau ketinggian maksimal. Ketika kebisingan buatan diputar, jangan lupa untuk mengukurnya menggunakan sound level meter.
3. Software Reverberation Time
Setelah perhitungan kebisingan selesai dilakukan. Langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan reverberation time.
Anda juga memerlukan suara buatan, speaker, dan mikrofon. Software tersebut nantinya akan mengukur berapa lama gema/gaung terjadi di dalam ruangan/gedung. Setiap frekuensi suara akan memiliki reverberation time yang berbeda.
Parameter Pengukuran Interior Akustik
Pengukuran interior akustik adalah pengukuran akustik dengan tujuan mengetahui reverberation time (waktu dengung) di dalam suatu ruangan maupun bangunan. Terdapat 3 parameter yang digunakan dalam pengukuran ini, yaitu:
1. Nilai maksimum reverberation time per oktaf
2. Nilai indeks minimum transmisi ucapan
3. Nilai serapan minimum pada frekuensi 500, 1000, dan 2000 Hz
Ketiga parameter tersebut memiliki standar masing-masing. Namun, setiap ruangan memiliki standar yang berbeda-beda. Contohnya adalah nilai maksimum reverberation time, pada ruangan yang tidak digunakan untuk memutar/bermain musik seperti ruang kelas standarnya adalah 0,4-1 detik sedangkan untuk bioskop adalah 0,7-1,2 detik.
Apakah Acoustic Measurement Bisa Dilakukan Sendiri?
Jika Anda memiliki pengetahuan dasar seputar akustik maka Anda dapat melakukan pengukuran akustik sendiri. Bila sama sekali tidak memiliki pengetahuan dasar tentang akustik maka sebaiknya pelajari dan pahami dasar-dasar akustik terlebih dahulu.
Tujuan memahami dasar-dasar akustik adalah untuk membaca dan memahami hasil pengukuran sehingga Anda dapat mencari solusi untuk mengatasi permasalahan akustik yang ada.
Anda mungkin tertarik membaca Mengenal Rockwool: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya
Hal ini juga berlaku untuk mengukur getaran. Anda juga harus memahami dasar-dasar akustik karena pengukuran getaran juga meliputi frekuensi suara, panjang gelombang suara, dan hal-hal akustik lainnya.
Lingkungan yang Memerlukan Acoustic Measurement
Anda perlu melakukan perhitungan akustik pada lingkungan apapun ketika Anda merasa kondisi akustiknya tidak ideal seperti terlalu berisik, gema terlalu tinggi, suara dari dalam ruangan bocor keluar, dan pada kondisi-kondisi sejenisnya.
Namun, terdapat lingkungan tertentu di mana Anda wajib melakukan perhitungan dan mencari solusi akustik bagi lingkungan tersebut, di antaranya adalah:
-
Bangunan di pinggir jalan raya
-
Bangunan di sekitar perlintasan rel kereta api
-
Bangunan dekat bandara dan pelabuhan
-
Bangunan yang menghasilkan kebisingan di lingkungan padat penduduk misalkan studio musik, concert hall, podcast dan broadcast studio, dan sejenisnya
-
Bangunan yang memerlukan tingkat keheningan tinggi seperti recording studio, classroom, perpustakaan, dan apartemen/hotel
Kesimpulan
Perhitungan akustik adalah metode yang digunakan untuk mengetahui parameter-parameter akustik seperti sound level (tingkat kebisingan) dan reverberation time (waktu dengung).
Tujuan melakukan perhitungan adalah agar dapat mengetahui apakah kondisi akustik atau kualitas suara di dalam sebuah ruangan/bangunan telah mencapai kondisi yang ideal atau belum. Jika dirasa belum ideal maka dengan mengetahui hasil perhitungan maka dapat diketahui solusi yang harus diterapkan.
Jika Anda memiliki pengetahuan dasar tentang akustik maka Anda dapat melakukan perhitungan akustik sendiri. Namun, sebaiknya Anda tetap mengkonsultasikannya dengan konsultan akustik seperti MyStudio untuk mendapatkan solusi yang tepat dari permasalahan akustik. Untuk kerjasama pengukuran akustik silakan hubungi WhatsApp kami atau KLIK DI SINI. Jangan lupa follow subscribe channel Youtube MyStudio untuk mendapatkan tips dan solusi akustik secara gratis.