Kualitas bunyi menjadi bagian yang paling krusial pada gereja, ia memengaruhi ketenangan dan kekhidmatan jalannya ibadah. Sehinga pengaturan soundsystem gedung gereja merupakan hal yang sangat penting dan perlu dilakukan dengan hati-hati dan tepat.
Mengatur sound system pada gereja bukan sebatas perkara teknis, Anda harus memerhatikan pengalaman dan kenyamanan para jemaat (user experience). Sistem audio yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan para jemaat akan membantu mereka memahami pesan dengan jelas.
Antara Soundsystem dan Akustik Ruang
Sayangnya, kenyataan di lapangan banyak gereja yang tidak dapat memenuhi hal tersebut. Berbagai masalah teknis seperti distribusi suara tidak seimbang, gema berlebihan, hingga bunyi feedback yang memekakkan telinga.
Sementara masalah-masalah tersebut seringkali bukan disebabkan kesalahan pada pengaturan soundsystem gedung gereja dan peralatan yang buruk, tetapi kondisi hall atau area ibadah yang tidak mendukung untuk menghasilkan suara yang mendekati sempurna.
Tantangan Akustik Gedung Gereja
Kondisi hall gereja yang tidak mampu mengakomodasi kualitas suara yang ideal disebabkan oleh berbagai tantangan akustik.
Gedung gereja memiliki karakteristik yang berbeda dari ruangan biasa. Struktur arsitektur dan interiornya seringkali justru membuat pengaturan suara menjadi sulit, terutama pada gereja-gereja Katolik.
-
Langit-langit tinggi menyebabkan reverberation time atau durasi gema berlangsung cukup lama
-
Permukaan keras merupakan media yang sempurna untuk memantulkan suara
-
Hall luas tanpa sekat membuat suara menyebar tak terkontrol. Pada beberapa kasus hal ini menyebabkan suara pendeta dan pembicara lain tidak sampai ke para jemaat karena “hanyut” ke samping, belakang bahkan ke sisi atas.
-
Feedback akibat gema
Tanpa penanganan akustik yang tepat, suara pendeta; paduan suara; dan musik terdengar kurang jelas, bergema, atau hanya dapat didengarkan jemaat pada baris pertama atau mereka yang duduk paling dekat dari speaker.
Langkah Mengatur Soundsystem Gedung Gereja Secara Profesional
1. Survei Lokasi dan Pengukuran Akustik
Sebelum menginstal peralatan audio apapun, lakukanlah pengukuran akustik terlebih dahulu. Pengukuran akustik dilakukan untuk:
- Mengukur reverberation time
- Area dead zone atau area bersuara lemah
Alat yang digunakan untuk mengukur reverberation time adalah sound level meter. Pada kasus reverberation time, Anda perlu:
-
Mengetahui berapa reverberation time pada area ibadah
-
Setelah mengetahui berapa RT, perhatikan apakah sesuai dengan reverberation time untuk gereja. Reverberation time yang direkomendasikan untuk gereja adalah 1,4 - 2,5 detik tergantung jenis dan ukuran gereja. Apabila hasil pengukuran RT lebih dari reverberation time yang direkomendasikan tersebut maka Anda harus meredamnya
-
Pada rentang 1,4 - 2,5 detik tersebut, tentukan berapa target reverberation time yang akan Anda capai untuk gereja Anda. Sesuaikan dengan ukuran gereja atau tipe gereja (apakah gereja Protestan atau Katolik. Umumnya gereja Katolik disarankan memiliki RT lebih tinggi dibandingkan gereja Protestan)
-
Lakukan treatment akustik agar dapat mencapai reverberation time yang telah Anda tentukan
2. Pembagian Area dan Pemilihan Speaker
Apabila treatment akustik telah dilakukan, gema dan distribusi suara yang tidak seimbang telah teratasi, langkah selanjutnya adalah membagi area ibadah menjadi beberapa kelompok dan tentukan jumlah & jenis speaker.
Tidak ada jumlah khusus untuk membagi zona, tetapi umumnya:
- Area mimbar
- Area tempat duduk paling depan
- Area tengah (biasanya speaker diletakkan di dinding samping)
- Area belakang (speaker diletakkan di dinding belakang)
- Balkon jika ada
Setiap zona mungkin memerlukan jenis dan pengaturan speaker yang berbeda. Volume speaker pada bangku terdepan tidak mungkin sama dengan volume speaker untuk bangku paling belakang. Begitu pula untuk zona tengah dan balkon.
Speaker line array biasanya digunakan pada area utama karena jangkauan penyebaran suaranya luas dan konsisten. Sedangkan bagian belakang dapat menggunakan delay speaker, speaker ini perlu diatur waktu tundanya agar suara yang keluar tetap selaras dengan speaker utama agar tidak terdengar seperti gema.
3. Penempatan Mikrofon untuk Menghindari Feedback
Meskipun gema telah diredam menggunakan treatment akustik, penempatan speaker dengan mikrofon juga dapat menyebabkan feedback (suara melengking).
-
Gunakan mirkofon cardioid atau supercardioid di mimbar agar suara dari samping dan belakang lebih sedikit masuk ke mikrofon
-
Hindari mengarahkan mikrofon ke speaker
-
Untuk pendeta dan pembicara lain, mikrofon lavalier wireless memudahkan bergerak tanpa mengurangi kejelasan suara
-
Untuk paduan suara, mikrofon kondensor yang digantung di atas biasanya lebih efektif untuk menangkap suara berkelompok secara merata
Penempatan mikrofon yang tepat seringkali lebih efektif untuk menghindari feedback dibandingkan pengaturan pada mixer
4. Langkah Lain Mengendalikan Feedback
Selain penempatan mikrofon, terdapat beberapa pengaturan yang dapat dilakukan untuk mengendalikan feedback
-
Gunakan feedback eliminator digital
-
Potong frekuensi tertentu dengan notch filter
-
Jangan naikkan gain mikrofon tanpa mengecek volume speaker terlebih dahulu
Memasang peredam gema seperti padded wall panel juga dapat membantu mengeliminasi feedback. Pelajari lebih lanjut tentang Treatment Masalah Akustik Pada Gereja atau Jasa Pembangunan dan Desain Gereja
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan-kesalahan berikut kerap terjadi dalam mengatur sound system gereja:
-
Menempatkan seluruh speaker di satu titik, mengakibatkan suara tidak rata dan timbul feedback
-
Mengabaikan akustik ruangan, tidak melakukan treatment akustik sama sekali
-
Operator kurang terlatih sehingga peralatan audio tidak digunakan secara maksimal
-
Pengolahan suara yang berlebihan seperti EQ, kompresi, dan reverb yang justru mengurangi kejelasan dan kejernihan suara
Dengan memadukan antara treatment akustik, penempatan dan pemilihan jenis speaker dan mikrofon, serta pengaturan mixer yang tepat maka kualitas suara soundystem gedung gereja akan mencapai kondisi yang ideal sesuai harapan Anda.
Temukan lebih banyak informasi seputar akustik dan audio di TikTok, Instagram, dan Youtube MyStudio Acoustic. Anda juga dapat berkonsultasi seputar treatment akustik gereja melalui WhatsApp kami.