Sound blocking merupakan istilah lain untuk soundproofing atau insulasi ruang. Salah satu tantangan dalam melakukannya adalah memblokir bass dan low frequency karena berbeda dengan frekuensi lain yang dapat diblokir dengan menambah ketebalan permukaan dinding, plafon, dan lantai ruangan, bass dan low frequency dapat berjalan melalui lapisan yang tebal dan melakukan perjalanan yang lebih jauh dibandingkan mid-high frequency.
Memahami Karakter Bass dan Low Frequency
Sebelum mencari cara mengatasi bass dan low frequency, Anda perlu memahami karakteristiknya agar lebih mudah dalam melakukan sound blocking.
Gelombang suara menggunakan energi untuk bergerak. Energi ini makin lama akan berkurang karena gelombang suara menyebabkan partikel udara bergetar. Ini sebabnya gelombang suara tidak mungkin bergerak tanpa batas.
Sementara itu, gelombang low frequency dapat bergerak lebih jauh dibandingkan frekuensi lainnya karena frekuensi ini tidak menggunakan energi sebanyak high frequency maupun mid frequency.
Gelombang bass dan low frequency mentransfer lebih sedikit energi pada media tempat yang mereka gunakan untuk bertransmisi, baik saat mereka bertransmisi melalui udara maupun benda padat. Membuat mereka dapat mencapai jarak yang lebih jauh dibandingkan gelombang high frequency.
Oleh karena itu high frequency lebih mudah diblokir menggunakan material bermassa tinggi karena mereka mudah kehilangan energi.
Sedangkan low frequency menyebabkan sedikit getaran pada media yang mereka rambati sehingga mereka lebih mudah melalui media-media tersebut. Sehingga Anda memerlukan material yang lebih tebal dan massanya lebih tinggi untuk memblokirnya.
Bass dan Low Frequency Berkumpul di Sudut Ruangan
Selain hanya kehilangan sebagian energinya saat bertransmisi pada suatu media, karakteristik lain yang dimiliki bass dan low frequency adalah berkumpul di sudut ruangan.
Dinding memiliki tekanan yang lebih tinggi dibandingkan bagian lain di dalam ruangan sehingga berbagai macam gelombang suara akan berkumpul pada dinding.
Gelombang high frequency akan memantul dari dinding seperti cahaya yang dipantulkan dari cermin. Sementara low frequency akan merambat di sepanjang dinding hingga mencapai bagian sudut, berkumpul di sana.
Oleh karena itu untuk memblokir suara bass dan low frequency, bagian sudut ruangan harus mendapatkan perhatian khusus.
Cara Sound Blocking Bass & Low Frequency
-
Tambahkan Massa Permukaan Ruangan
Tambahkan massa plafon, dinding, dan lantai ruangan menggunakan drywall maupun papan GRC. Jika memungkinkan tambahkan 2 lapis agar massa semakin bertambah. Pilih drywall/GRC yang menurut Anda paling tebal.
Sebaiknya hindari penggunaan multipleks karena meskipun dapat memiliki massa dan ketebalan yang sama dengan drywall dan GRC, tetapi multipleks tidak sepadat drywall dan GRC. Selain itu, multipleks cenderung berongga/memiliki banyak pori yang akan memudahkan gelombang suara untuk “kabur”.
-
Terapkan Teknik Decoupling
Memasang drywall/GRC board langsung pada dinding sebaiknya dihindari. Dalam memasang material tersebut, Anda perlu menerapkan teknik decoupling.
Decoupling merupakan teknik pemasangan drywall/GRC pada dinding, plafon maupun lantai dengan cara diberi jarak. Pada sound blocking bass dan low frequency, jarak tersebut harus diberi material insulasi seperti rockwool maupun fiberglass.
Baca juga: Jenis Bahan Peredam Ruangan dan Harganya
Jika jarak tersebut dibiarkan kosong dapat memerangkap gelombang suara dan menyebabkan gema, dapat meningkatkan kekuatan gelombang suara. Itulah kenapa suara bass dari ruangan sebelah terdengar jelas.
Bagaimana jika akan menggunakan dua lapis drywall/GRC? Apakah antar drywall/GRC juga perlu diberi jarak?
Anda dapat melakukannya, tetapi hal ini seringnya diterapkan pada dinding. Sehingga nantinya ada dua lapisan decouple, membuat permukaan dinding bertambah tebal, hal ini akan membuat kekuatan gelombang bass dan low frequency melemah.
Namun, dinding yang bertambah tebal akan memakan ukuran ruangan. Semakin tebal lapisan dinding maka ruangan akan bertambah sempit. Bila hal tersebut tidak memungkinkan maka dua lapis drywall/GRC tersebut dapat saling menempel, yang terpenting adalah drywall/GRC layer pertama tidak langsung bersentuhan dengan dinding.
-
Pasang Jendela dan Pintu Kedap Suara
Jendela dan pintu kedap suara tidak benar-benar menyelesaikan masalah kebisingan. Namun, berpotensi untuk melemahkan kekuatan gelombang bass dan low frequency.
Untuk membuat pintu dan jendela kedap suara tambahkan material-material seperti rockwool, acoustic foam, karpet peredam, rubber sheet, MLV maupun material peredam suara lain yang akan menambah massa dan ketebalan jendela dan pintu.
-
Pastikan Seluruh Celah Tertutup
Celah sekecil apapun, bahkan jika rasionya hanya 1% dari seluruh lapisan sound blocking maka dapat membuat suara bass dan low frequency dari ruangan lain masuk, maka tutup seluruh celah menggunakan karet seal, acoustic caulk maupun menggunakan spray PU foam.
Celah ini, termasuk celah-celah kecil yang hanya sepersekian milimeter di sekitar stop kontak/saklar dinding maupun pada lampu plafon.
-
Install Bass Trap Panel
Lapisan-lapisan sound blocking tidak akan membuat bass dan low frequency 100% terblokir. Pasti tetap ada yang lolos sehingga Anda harus meredamnya menggunakan panel bass trap.
Ingat, gelombang bass dan low frequency berkumpul di sudut-sudut ruangan sehingga Anda harus memasang panel bass trap di sudut ruangan.
Pasang secara vertikal di sudut dinding atau secara horizontal pada dinding samping yang bertemu dengan plafon.
Panel bass trap ini nantinya akan melemahkan energi gelombang bass dan low frequency hingga di bawah 100 Hz.
Ketika Anda mencari panel bass trap di internet, Anda mungkin akan menjumpai busa bass trap. Kinerja busa bass trap tidak sebaik panel bass trap karena busa hanya mampu menyerap frekuensi di bawah 200 Hz, tidak mampu menyerap di bawah 100 Hz sehingga sebaiknya hindari penggunaan busa bass trap.
Jika bass trap masih tidak dapat mengatasi permasalahan bass dan low frequency maka ganti dengan low frequency absorber lain, yaitu diaphragmatic panel. Tempatkan panel ini di belakang speaker secara vertikal.
Kesimpulan
Ketika bergerak, gelombang bass dan low frequency hanya kehilangan sedikit energi. Supaya energinya berkurang maka Anda harus melakukan sound blocking dengan menambah ketebalan dan massa dinding, plafon, lantai, jendela, dan pintu ruangan.
Bass dan low frequency akan berkumpul di sudut ruangan sehingga bagian sudut harus diberi treatment khusus menggunakan panel bass trap maupun diaphragmatic absorber.
Dapatkan tips dan trik lain seputar sound blocking di Instagram, TikTok, dan channel Youtube MyStudio Acoustic Artwork.