Soundtrack di dalam film merupakan salah satu aspek penting yang akan memengaruhi perasaan ketika menonton film tersebut. Sebut saja soundtrack film animasi Jumbo. Setiap scene yang berbeda diiringi dengan musik yang berbeda pula.
Setiap soundtrack diciptakan sesuai dengan suasana di dalam scene. Saat adegan berlari/kejar-kejaran musik cenderung terdengar tegang. Saat adegan sedih lagu “Selalu Ada di Hatimu” pun diputar. Semua soundtrack dan lagu tersebut diciptakan sedemikian rupa agar para penonton benar-benar larut dalam suasana film dan merasa menjadi bagian dari para tokoh.
Pertanyaannya adalah kenapa genre musik yang berbeda dapat memengaruhi mood atau perasaan kita secara berbeda pula?
Apakah Musik Dapat Mengubah Emosi?
Jawaban singkatnya adalah iya! Mendengarkan musik apalagi bermusik secara aktif dapat memengaruhi neurotransmitter, yaitu senyawa kimia seperti domanin dan serotonin, yang memengaruhi suasana hati.
Dopamin memengaruhi fokus, konsentrasi, memori, tidur, suasana hati, dan motivasi. Demikian pula serotonin memengaruhi suasana hati, pola tidur, kecemasan, dan rasa sakit.
Mendengarkan musik baik melalui rekaman maupun mendengarkan musik (dan juga termasuk bermusik secara aktif seperti bermain instrument, bernyanyi/karaoke, hingga menciptakan lagu) dapat meningkatkan atau mempelancar aliran darah ke daerah otak yang menghasilkan dan mengendalikan emosi. Limbic system yang terlibat dalam memproses emosi dan mengendalikan memori akan “menyala” ketika kita mendengarkan musik.
Ketenangan--atau bahkan kesedihan--yang kita rasakan saat mendengarkan alunan musik yang sangat menyentuh merupakan hasil dari dopamin. Saat otak kita mulai terbiasa dengan lagu tertentu, tubuh mungkin akan melepaskan dopamin setelah mendengar beberapa nada pertama dari lagu tersebut.
Sama seperti kucing yang mendengar suara plastik atau anjing yang mendengar suara bel tanda jam makan mereka tiba, mereka akan merasa senang meskipun tidak ada makanan yang dikeluarkan, tubuh kita juga secara aktif mengantisipasi perasaan-perasaan saat mendengar nada yang familiar.
Menariknya, musik dapat memengaruhi suasana hati kita meskipun kita tidak dapat mengenali atau meniru nada dan ritmenya. Beberapa penelitian telah mendokumentasikan banyak contoh orang yang menderita cedera otak dan kehilangan kemampuan untuk membedakan melodi, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk mengenali emosi yang disampaikan oleh musik.
Para peneliti mencatat bahwa pasien-pasien ini mengalami kerusakan pada lobus temporal otak, suatu wilayah pada otak yang terlibat dalam memahami melodi. Sementara lobus frontal mereka, yang berperan dalam pengaturan emosi, tidak terpengaruh.
Perasaan Apa yang Diciptakan Oleh Musik?
Musik dapat memvalidasi perasaan kita pada saat ini--apapun perasaan itu--dan memengaruhi tujuan emosional kita: apakah kita ingin terus berlarut-larut dalam perasaan itu atau menuju ke tahap emosional yang lain.
Musik dan emosi bersifat pribadi, kultural, dan terkait dengan pengalaman dan memori kita sebelumnya. Sebuah lagu tidak akan memberi semua orang perasaan yang sama, meskipun lagu tersebut memiliki genre tertentu. Contohnya saja lagu Kumpul Bocah yang di-remake sebagai soundtrack film Jumbo. Orang-orang yang baru pertama kali mendengarnya melalui film tersebut mungkin merasa bahwa lagu tersebut terdengar ceria, tetapi bagi orang-orang yang telah mendengarkan versi aslinya yang dibawakan oleh Vina Panduwinata lebih dari tiga dekade yang lalu, lagu itu mungkin terasa sangat nostalgia sehingga menumbuhkan perasaan terharu.
Itulah indahnya keberagaman dalam musik dan preferensi di berbagai budaya dan periode waktu. Penelitian mengaitkan fenomena ini dengan pesan yang diberikan budaya dan pengalaman kita pada suara sebelum mendengarkan sebuah lagu.
Apa Dampak Musik Pada Ingatan (Memori)?
Musik dapat membantu mengingat informasi penting meskipun terjadi kehilangan ingatan. Memori musik disimpan di hipokampus, yang terletak di bagian tengah otak. Oleh karena itu, memori musik cenderung tidak terpengaruh secara negatif oleh usia atau penyakit.
Saat anak-anak, kita mungkin pernah mendapatkan tugas untuk menghafal sesuatu seperti nama-nama negara, benua, dan sejenisnya. Tidak jarang saat itu kita mempelajari (dalam hal ini menghafal) berbagai konsep akademis melalui lagu. Ternyata, strategi memori ini juga sangat aktif untuk orang dewasa. Faktanya, otak kita secara otomatis “mengisi kekosongan” saat sebuah lagu tiba-tiba berhenti.
Terapis musik sering kali menggabungkan teknik ini dengan individu untuk meningkatkan retensi memori atau tujuan pembelajaran perkemabngan. Musik dapat mengaktifkan memori dan mengingatkan kita tentang tempat, peristiwa, atau orang. Lagu yang familiar dapat membangkitkan emosi yang terkait dengan memori tersebut.
Apa Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Akibat Musik?
Bernyanyi, bermain instrument, dan bahkan menari dapat meningkatkan ketahanan tubuh dalam menghadapi rasa sakit. Peneliti menemukan bahwa gerakan fisik yang digunakan untuk menciptakan musik memberikan aktivitas tersinkronisasi yang secara signifikan meningkatkan ambang rasa sakit/nyeri. Terapis musik adalah dokter yang terlatih khusus yang menggunakan musik untuk mencapai tujuan seperti pengurangan nyeri.
Karena musik seringkali menjadi aktivitas yang menyenangkan, musik dapat mengaktifkan pelepasan endorfin, yang memberikan perasaan bahagia secara umum. Terapi musik dapat berhasil mengurangi nyeri pasca operasi, ketegangan fisik, dan memengaruhi detak jantung dan pernapasan. Musik yang cepat cenderung meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah. Sementara musik yang lambat cenderung menyurutkan denyut nadi dan tekanan darah, serta laju pernapasan.
Bagaimana Musik Memengaruhi Tingkah Laku & Kebiasaan Kita?
Musik dapat memengaruhi perilaku manusia dengan berperan sebagai motivator, pengatur waktu untuk menyelesaikan tugas, atau peningkat suasana hati. Bahkan musik dapat memengaruhi kebiasaan berbelanja kita.
Itulah sebabnya pada iklan-iklan berformat audio-video pasti selalu ada musik yang mengiringinya karena dapat membantu dalam mengenalkan merek (branding) dan menciptakan keakraban pendengar/penonton iklan serta asosiasi positif dengan berbagai produk.
Audiophile Room: Ruang Khusus untuk Mendengarkan Musik
Musik kini menjadi salah satu upaya terapi dari berbagai macam permasalahan kesehatan mental hingga trauma pasca operasi maupun kecelakaan. Terapi ini dapat dilakukan oleh ahli profesional maupun diupayakan sendiri oleh individu.
Apabila Anda merupakan profesional pelaku terapi musik maupun individu yang sedang mengupayakan penyembuhan diri melalui musik maka menyediakan ruangan khusus untuk mendengarkan musik (audiophile room) dapat menjadi pertimbangan yang baik untuk Anda maupun pasien Anda.
Audiophile room didesain khusus untuk menumbuhkan suasana yang tenang, nyaman, tanpa kebisingan yang tidak diharapkan, dan hanya ada suara musik yang sedang diputar.
Untuk membangun ruang audiophile, Anda dapat memulainya dengan cara menghubungi tim MyStudio Acoustic melalui WhatsApp.
Dapatkan inspirasi desain interior audiophile room secara gratis di Instagram, TikTok, dan Youtube kami.