Semua orang tahu bahwa drum merupakan alat musik yang sangat berisik. Volumenya berada di range 90-130 dB sehingga tidak ramah terhadap lingkungan sekitar. Itulah kenapa Anda harus membuat drum room yang kedap suara.
Bagaimana Agar Drum Room Kedap Suara?
Sebelum membahas apa saja yang harus Anda lakukan untuk membuat ruang Latihan drum menjadi kedap suara, terdapat dua konsep yang harus Anda pahami, yaitu:
-
Massa
Semakin banyak massa di antara sumber suara (drum) dan pendengaran seseorang maka suara drum akan semakin lirih.
Contoh, ketika Anda bermain drum di dalam bunker beton dengan Gudang di luar rumah (seperti Gudang taman) maupun garasi, tentu saja drum yang dimainkan di dalam bunker beton terdengar jauh lebih lirih dibandingkan drum yang dimainkan di Gudang.
Hal tersebut disebabkan karena dinding beton memiliki massa yang lebih berat dibandingkan dengan dinding kayu sehingga jumlah suara yang ditransmisikan dapat dikurangi.
-
Udara
Udara juga merupakan media yang sangat baik dalam mentransmisikan suara karena pada dasarnya gelombang suara merupakan partikel udara yang bergetar.
Oleh karena itu, jika drum room Anda memiliki dinding dengan massa yang besar, tetapi tetap terdapat celah udara maka suara drum tetap dapat terdengar dari luar. Intinya, selama udara bisa keluar maka suara juga bisa keluar.
Setelah mengetahui dua konsep tersebut, sekarang mari simak bagaimana cara membuat ruang drum menjadi kedap suara.
Pintu dan Jendela
Jika Anda berniat untuk menjadikan drum room menjadi kedap suara secara mandiri, tanpa bantuan ahli maka bagian ruangan pertama yang paling penting untuk dibuat kedap suara adalah pintu dan jendela.
Pintu
Jika pintu ruangan drum terbuat dari kayu solid, bukan dari kaca maka Anda tidak perlu menggantinya. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menambahkan mineral wool pada pintu tersebut.
Mineral wool adalah material pengedap suara utama yang selalu digunakan pada berbagai ruangan dan bangunan, termasuk studio musik dan drum.
Pasang mineral wool pada sisi dalam pintu. Lalu tutup mineral wool menggunakan multiplek maupun drywall. Selanjutnya, lapisi seluruh permukaan pintu baik sisi dalam maupun luar menggunakan karpet peredam.
Pintu ruang drum akan terasa lebih berat sehingga ia dapat mengurangi gelombang suara yang akan bertransmisi keluar studio drum.
Selain itu, Anda perlu menambahkan seal door pada bagian samping maupun bawah pintu agar tidak ada celah sekecil apapun.
Sementara jika pintu studio drum terbuat dari kaca maka Anda perlu menggantinya dengan pintu kayu. Lalu Anda tetap perlu menambahkan mineral wool seperti langkah di atas.
Jendela
Jika pada drum room terdapat jendela maka treatment kedap suara yang perlu diterapkan tidak berbeda jauh dengan pintu.
Namun, bila jendela pada studio drum merupakan jendela kaca maka treatment yang diterapkan akan sedikit berbeda dibandingkan treatment untuk pintu.
Bila jendela kaca tersebut merupakan jendela 2 lapis maka Anda hanya perlu menambahkan seal door untuk menutup celah-celah jendela.
Sementara jika jendela kaca tersebut hanya terdiri dari satu lapis seperti jendela pada umumnya, Anda dapat menambahkan gorden kedap suara.
Treatment Pada Dinding
Mengikuti konsep yang sama dengan sebelumnya, menambahkan massa pada dinding akan mengurangi suara yang bertransmisi keluar ruangan melalui dinding.
Jika dana yang Anda miliki terbatas maka Anda dapat menggunakan karpet peredam yang tebal, sama seperti karpet yang dipasang pada pintu.
Namun, hasilnya tidak begitu maksimal. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal maka Anda perlu menambahkan rockwool. Tanam rockwool pada dinding menggunakan metal stud, lalu tutup dengan drywall atau papan gypsum.
Pastikan rockwool tidak langsung menempel pada dinding, berikan jarak berupa ruang kosong/airspace antara rockwool dan dinding.
Langkah pemasangan rockwool pada dinding akan lebih sulit bila dibandingkan pemasangannya pada pintu maka sebaiknya gunakan jasa konstruksi pengedap suara dari MyStudio Acoustic Artwork.
Menambahkan Acoustic Foam
Setelah rockwool dan gypsum terpasang, Anda perlu menambahkan sound absorber, paling tidak acoustic foam.
Sound absorber tidak akan membuat drum room kedap suara, melainkan untuk memberikan treatment akustik pada studio drum supaya kualitas suara meningkat, terutama jika studio drum tersebut juga Anda gunakan untuk merekam permainan drum.
Mitos Soundproofing
Terdapat mitos yang sering beredar di kalangan orang-orang yang akan membuat studio musik—termasuk studio drum—bahwa menambahkan wadah telur yang terbuat dari kardus/karton dapat membuat ruangan kedap suara.
Kembali lagi pada konsep awal tadi bahwa semakin besar massa suatu material maka ia lebih baik dalam mengurangi kebisingan. Sementara wadah telur sangat ringan seperti kertas maka menggunakan wadah telur hanya akan membuat studio drum tampak jelek.
Lantai
Pada studio musik universal, bukan hanya yang digunakan sebagai drum room, lantai mungkin jarang diberi pengedap suara. Namun, bila Anda perhatikan pada lantai di bawah drum terdapat tambahan karpet—biasanya berupa karpet permadani. Sementara pada lantai di bawah alat musik lainnya tidak diberi karpet.
Itu karena getaran bass drum dapat bertransmisi langsung ke lantai. Jika drum langsung bersentuhan dengan lantai, apalagi lantai beton yang keras dan padat maka suara akan berjalan sepanjang lantai hingga ke ruangan lain. Oleh karena itu lantai perlu diberi karpet yang tebal dan lunak.
Sementara pada studio musik yang hanya terdiri dari drum, tidak ada alat musik lain, maka karpet dapat dipasang pada seluruh lantai ruangan.
Menggunakan Mass Loaded Vinyl
Solusi lain adalah dengan memasang mass loaded vinyl pada seluruh lantai drum room. Namun, ini akan memakan banyak biaya.
Selain itu, Anda juga dapat membuat drum riser, yaitu panggung kecil khusus untuk drum. Anda juga dapat melapisi permukaan drum riser menggunakan mass loaded vinyl agar transmisi suara drum dapat semakin diminimalisir.
Solusi Lain untuk Membuat Studio Drum Kedap Suara
Apabila suara drum masih terdengar keras meskipun ruang drum sudah diberi pengedap suara maka ada solusi tambahan yang bisa Anda lakukan, di antaranya adalah:
Membuat Drum Booth
Drum booth pada dasarnya mirip dengan vocal booth: sebuah ruangan kecil di dalam studio utama. Nantinya seluruh bagian dalam booth diberi acoustic foam dan karpet peredam.
Beralih ke Drum Elektrik
Solusi paling praktis sebenarnya adalah beralih dari drum akustik ke drum elektrik. Anda bisa menyambungkan headphone pada drum elektrik sehingga hanya Anda yang akan mendengarkan suara drum.
Akan tetapi, ketika Anda memukul bagian-bagian drum, tetap akan muncul suara. Hanya saja suaranya tidak sekeras drum akustik. Suaranya hanya seperti suara Kasur yang dipukul: tapi jika orang lain memiliki pendengaran yang sangat peka, suara tersebut tetap akan mengganggu mereka.
Selain itu, menggunakan drum elektrik memiliki dua kekurangan: pertama kesehatan pendengaran Anda akan menurun karena sering menggunakan headphone. Kedua, jika terjadi pemadaman listrik maka Anda tidak bisa memainkannya.
Kesimpulan
Supaya Anda bebas bermain drum maka jendela, pintu, dinding, dan lantai studio drum perlu diberi material pengedap suara. Supaya volume drum dapat semakin diminimalisir maka gunakan drum riser untuk mengurangi transmisi gelombang suara pada lantai.
Material-material kedap suara seperti mineral wool dan sound absorber seperti acoustic foam bisa Anda dapatkan di MyStudio Acoustic Artwork. Supaya lebih praktis, yuk gunakan jasa pembuatan drum room dari MyStudio. Informasi lebih lanjut hubungi WhatsApp kami atau klik di sini.