Acoustic flooring adalah bahan lantai yang memiliki sifat acoustic yang artinya dapat digunakan untuk mengontrol suara di dalam suatu ruangan.
Pengontrolan tersebut dapat berupa pencegahan agar suara dari satu ruangan tidak terdengar hingga ruangan lainnya maupun berupa pengontrolan gema.
Jenis Kebisingan yang Dapat Diatasi Acoustic Flooring
Untuk lebih memahami fungsi flooring acoustic maka Anda perlu memahami apa saja jenis kebisingan.
1. Impact Sound
Impact sound adalah jenis kebisingan yang muncul akibat terjadi benturan yang terjadi antara objek dengan suatu permukaan bangunan. Contoh impact sound yang setiap hari selalu kita dengar adalah langkah kaki, suara benda jatuh, dan furniture.
Suara dinding dan pintu yang dipukul juga merupakan impact sound. Getaran pada dinding dan pintu dapat merambat hingga lantai.
Impact sound dapat terjadi pada lantai mana pun baik lantai atas maupun lantai dasar. Pada lantai dasar, impact sound jarang dianggap mengganggu. Namun, ketika impact sound terjadi di lantai atas maka seringkali mengganggu orang-orang yang berada di lantai bawah. Ketika suara tersebut telah dianggap mengganggu maka ia dapat dikategorikan sebagai kebisingan sehingga disebut sebagai impact noise.
Acoustic flooring dibuat dengan tujuan utama untuk mengatasi impact noise, terutama yang terjadi di lantai atas agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di ruangan bawah.
Keefektifan material flooring dalam mencegah maupun mengurangi transmisi impact noise dinyatakan. Semakin tinggi nilai ICC suatu material flooring maka semakin tinggi kemampuannya dalam menginsulasi impact sound.
2. Airborne Sound
Airborne sound adalah suara yang bertransmisi melalui udara. Contohnya adalah suara manusia, suara alat musik, dan suara dari speaker. Kebisingan-kebisingan yang sering kita jumpai merupakan airborne noise.
Airborne noise yang pada dasarnya berada di udara juga dapat bertransmisi melalui permukaan bangunan, termasuk lantai. Ketika beberapa orang berbicara pada ruangan yang berada tepat di dekat ruangan Anda saat ini, tidak jarang suara mereka akan terdengar hingga ruangan Anda.
Suara tersebut bisa sampai ke ruangan Anda karena pertama, masuk melalui celah-celah kecil di ruangan seperti ventilasi udara, kedua merambat melalui dinding.
Jika Anda pernah menguping pembicaraan orang lain yang berada di suatu ruangan, Anda pasti akan menempelkan telinga Anda pada pintu, jendela atau dinding agar suaranya semakin jelas. Suara tersebut semakin jelas ketika Anda menempelkan telinga ke dinding, pintu maupun jendela karena airborne noise tersebut pada akhirnya juga bertransmisi melalui permukaan-permukaan tersebut.
Baca juga: Apakah Suara Konser Musik Berbahay Bagi Anak-Anak?
Airborne noise juga dapat bertransmisi melalui lantai. Jika lantai ruangan atas tidak diberi acoustic flooring maka percakapan pada ruangan tersebut dapat didengar oleh orang-orang yang berada di ruangan bawah. Pun sebaliknya, percakapan di ruangan bawah dapat terdengar hingga ruangan atas.
Kemampuan material dalam mencegah maupun meredam airborne noise disebut sebagai sound transmission class (STC), satuan yang digunakan sama dengan ICC, yaitu desibel.
Material-Material Acoustic Flooring Terbaik
Berbagai macam material sebenarnya dapat dijadikan sebagai flooring. Namun, tidak semuanya bersifat akustik. Oleh karena itu, MyStudio telah merangkumkan jenis material flooring yang memiliki sifat akustik.
1. Karpet Kain
Karpet merupakan material flooring yang telah lama digunakan dalam industri acoustic karena bersifat absorban atau dapat menyerap suara.
Jika Anda amati bagian dalam bioskop, lab komputer, bahkan hingga bagian dalam mobil terdapat karpet yang melapisi bagian lantai hingga dindingnya. Tujuan pemasangan karpet pada area-area tersebut adalah untuk meredam airborne noise.
Ketika tidak ada peredaman apapun pada lantai, airborne noise bukan hanya akan diteruskan atau kabur ke ruangan yang berada di bawah. Sebagian suara akan dipantulkan kembali ke dalam ruangan yang sama sehingga menyebabkan reverberation atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama gaung (masyarakat awam lebih sering mengenalnya dengan gema, meskipun sebenarnya gaung dan gema merupakan dua fenomena yang berbeda).

Ketika suatu benda jatuh ke lantai maka suaranya akan bergema sehingga suara benda jatuh tersebut bukan hanya mengganggu orang-orang yang ebrada di ruangan lain, tetapi juga akan mengganggu Anda yang berada di ruangan tersebut.
Karpet bukan hanya mampu meredam airborne noise. Ia juga mampu mengatasi impact noise. Coba jatuhkan suatu barang pada lantai tanpa karpet kemudian jatuhkan suatu barang pada lantai yang diberi karpet. Suara dan getaran yang dihasilkan pasti akan berbeda.
Benda yang dijatuhkan ke atas karpet akan menghasilkan suara dan getaran yang lebih rendah. Bahkan, untuk benda yang cenderung akan memantul seperti halnya bola, pantulannya tidak akan setinggi ketika dilemparkan pada lantai tanpa karpet.
Ini membuktikan bahwa karepat adalah material acoustic floor terbaik untuk mengatasi airborne dan noise borne yang mudah untuk Anda dapatkan.
2. Cork Flooring
Cork adalah material yang terbuat dari serpihan-serpihan kayu. Papan cork (cork board) merupakan material bangunan yang cukup populer di luar negeri. Tampilannya sama persis dengan MDF, tetapi papan cork memiliki densitas yang lebih rendah sehingga cenderung lebih lunak.
Saat ini, sudah ada flooring tile yang terbuat dari cork. Biasanya digunakan untuk lapisan underlayment yang artinya dipasang di bagian bawah lapisan terluar lantai (vinyl, wood parquet, hingga karpet).

Cork flooring dapat menambah sedikit nilai STC pada lapisan insulasi suara lantai. Pada salah satu uji coba yang dilakukan oleh Home Performance di Youtube, kebisingan sebelum cork acoustic floor ditambahkan adalah 68 dB, sedangkan setelah ditambahkan menjadi 67 dB. Peredamannya hanya sebanyak 1dB.

Namun, peredaman reverberation yang terjadi cukup tinggi. Pada foto berikut terlihat gelombang suara reverberation sebelum dan sesudah. Perbedaannya sangat jelas sehingga dapat disimpulkan bahwa cork flooring lebih tepat dimanfaatkan untuk meredam gema dibandingkan untuk insulasi suara.

3. WPC Flooring
WPC (wood plastic composite) adalah jenis flooring yang terbuat dari campuran plastik dan kayu sehingga ia padat dan keras selayaknya kayu asli, tetapi tidak menyerap air dan anti rayap sehingga kerap digunakan sebagai lantai kolam renang, taman, rooftop hingga kamar mandi kering.
WPC flooring merupakan jenis flooring untuk finishing, di pasang pada sisi paling luar sebagaimana keramik. Pemasangannya menggunakan rangka logam sehingga bagian bawahnya tidak bersentuhan dengan lapisan underlayment, menggantung. Untuk itulah WPC termasuk acoustic flooring yang baik.

Posisinya yang menggantung tersebut memungkinkan meminimalisir transmisi suara yang terjadi pada lantai agar tidak diteruskan ke ruangan dasar. Konsepnya mirip dengan drum riser atau drum stage.
Ketika Anda bermain drum tanpa drum riser pasti getaran drum akan sangat terasa. Sedangkan setelah Anda memindahkan drum pada drum riser, getaran yang diakibatkan dari pukulan drum akan berkurang.
Penggunaan WPC flooring akan semakin maksimal apabila terdapat lapisan insulasi suara di bawahnya karena suara yang bertransmisi melalui rangka-rangka WPC akan teredam oleh insulasi suara tersebut.
4. Rubber Flooring
Rubber flooring adalah karpet yang terbuat dari karet. Ia digunakan sebagai lapisan underlayment bersamaan dengan material insulasi suara lainnya.

Sama seperti karpet biasa, rubber acoustic flooring dapat meredam getaran yang diakibatkan oleh impact sound. Selain itu, akan menambah nilai STC lapisan insulasi suara sehingga mampu mengurangi intensitas airborne noise.
5. Lantai Vinyl
Anda tentu sudah tahu apa itu lantai vinyl karena finishing flooring ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, lantai vinyl yang terkenal dI kalangan masyarakat umum adalah lantai vinyl dengan kualitas buruk, bahannya seperti taplak plastik yang mudah sobek, dan mudah didapatkan di supermarket/toko perabotan rumah tangga.

Lantai vinyl seperti itu tidak termasuk flooring acoustic. Lantai vinyl yang bersifat acoustic adalah yang ketebalannya sekitar 2-4 mm dan lebih kaku dibandingkan lantai vinyl murahan. Vinyl flooring jenis ini hanya tersedia di toko material bangunan maupun toko khusus interior. Anda tidak akan bisa menemukannya di supermarket.
Dapatkan fakta menarik lain di samping acoustic flooring di TikTok, Instagram, dan Youtube kami. Anda juga dapat berkonsultasi seputar kebutuhan akustik ruangan secara gratis melalui WhatsApp.