Di dunia yang semakin padat penduduk dan berisik ini, akustik ruang menjadi hal penting pada setiap ruangan mulai dari studio musik hingga ruang membaca/belajar pribadi. Dalam melakukan treatment akustik, terdapat dua teknik berbeda, yaitu menyerap suara (sound absorbing) dan membloking suara (sound proofing)
Kedua teknik tersebut diterapkan untuk permasalahan akustik yang berbeda. Berikut perbedaan keduanya dan kapan harus menggunakannya.
Kunci Perbedaan Sound Absorbing dan Sound Proofing
Sound proofing adalah proses membloking suara agar tidak masuk ke suatu ruangan maupun “lari” dari suatu ruangan: intinya agar suara tidak berpindah ke ruangan lain. Sementara sound absorbing adalah proses penyerapan suara agar frekuensi yang terlalu mendominasi jadi lebih seimbang, gaung/gema di dalam ruangan berkurang, serta merupakan salah satu bagian dari sound proofing.
Sound proofing fokus untuk menginsulasi atau mengisolasi ruangan. Sementara sound absorbing fokus untuk meningkatkan kualitas suara di dalam ruangan.
-
Tujuan: sound proofing bertujuan untuk mencegah maupun meminimalisir suara dari dalam ruangan agar tidak terdengar oleh orang-orang di luar ruangan, begitu pula sebaliknya agar kebisingan dari luar ruangan tidak masuk ke suatu ruangan. Sementara sound absorbing bertujuan untuk meningkatkan kualitas akustik di dalam suatu ruangan misalkan untuk mengurangi gema, meredam frekuensi tertentu yang terlalu mendominasi, serta meredam flutter echo.
-
Material: material yang digunakan pada sound proofing memiliki bobot, kepadatan (density), dan ketebalan yang tinggi. Sementara material yang digunakan untuk sound absorbing berupa material-material yang lunak (memiliki kepadatan rendah) dengan ketebalan beragam.
-
Instalasi: pada sound proofing, instalasi material biasanya dilakukan dengan cara membuat lapisan partisi pada permukaan ruangan yang sudah ada. Sementara pada sound absorbing material dapat digantung/ditempel pada permukaan ruangan yang sudah ada, tidak harus dipasang dengan cara ditanam.
-
Biaya: biaya sound absorbing dan sound proofing tergantung luasan/area pemasangan material, jenis, dan jumlah material yang digunakan. Tidak ada yang lebih mahal atau lebih murah antar satu sama lain, semua tergantung spesifikasi. Untuk melihat rincian biaya keduanya silakan cek artikel ini.
Apa Itu Menyerap Suara?
Sound absorbing adalah proses penyerapan suara menggunakan material-material dengan kepadatan (density) yang relatif rendah, contohnya adalah busa peredam (busa akustik), karpet, panel PET, dan mineral wool.
Gelombang suara yang menabrak permukaan-permukaan material tersebut akan diserap oleh material. Kemudian sebagian energi suara akan diubah menjadi energi panas, sementara energi suara yang tidak diubah dipantulkan kembali ke dalam ruangan.
Kapan harus melakukan penyerapan suara?
-
Jika suara gema terasa sangat tinggi dan mengganggu kejelasan suara di dalam ruangan, baik vokal manusia, percakapan maupun suara alat musik
-
Jika ruangan terasa boomy atau terlalu ngebass
-
Jika suara di dalam ruangan terasa terlalu live, kurang ngebass
-
Apabila terdapat flutter echo (gaung yang terjadi secara terus-menerus dengan pola yang konsisten, tetapi lambat-laun membuat telinga terasa lelah)
-
Frekuensi tertentu terlalu mendominasi atau grafik frekuensi suara cenderung naik-turun secara berlebihan atau tidak rata/seimbang
Ruangan apa yang memerlukan penyerapan suara?
Segala jenis ruangan, terutama studio musik, studio recording, aula, ruang kelas, meeting room, dan karaoke room, dan hom e theater/bioskop.
Apa Itu Membloking Suara?
Sound blocking sederhananya merupakan upaya untuk mencegah kebisingan dari ruangan A agar tidak menembus ruangan B, begitu pula sebaliknya agar kebisingan dari ruangan B tidak masuk ke ruangan A.
Dalam melakukan sound blocking, terdapat beberapa faktor yang harus dipenuhi, yaitu:
-
Menggunakan material yang padat dan berbobot tinggi: contoh drywall dan MLV. Material yang padat dan berat akan memantulkan suara kembali ke dalam ruangan yang sama, sehingga suara yang diteruskan ke ruangan lain hanya sedikit.
-
Material juga harus dapat menyerap suara: contoh rockwool dan glasswool. Gelombang suara yang menabrak material padat seperti drywall tidak semuanya dipantulkan kembali ke ruangan yang sama, sebagian akan menembus/diteruskan ke dinding/plafon/lantai ruangan, yang pada akhirnya menembus ke ruangan ini. Material lunak penyerap suara berfungsi untuk semakin meminimalisir jumlah gelombang suara yang nantinya diteruskan ke ruangan lain.
-
Terdapat air space di antara material sound blocking dengan permukaan ruangan, ketebalan air space minimal 5 cm. Semakin tebal maka semakin baik pemblokiran suara. Namun, semakin tebal air space maka ukuran ruangan Anda akan semakin menyempit. Jadi, perhatikan juga dimensi ruangan Anda, jangan asal menambah ketebalan air space
-
Peredaman getaran: gelombang suara yang menabrak drywall dan mineral wool dapat menyebabkan material-material tersebut serta material pendukung lainnya (seperti rangka besi dan sekrup yang digunakan untuk menopang material) bergetar. Getaran tersebut menimbulkan kebisingan baru sehingga perlu diredam juga. Anda dapat menggunakan material seperti rubber sheet dan MLV untuk meredam getaran ini.
Ruangan apa yang memerlukan sound blocking?
Segala ruangan yang menghasilkan suara dengan volume keras mencapai 70 dB ke atas seperti studio musik, recording studio, dance studio, gaming room, concert hall, studio broadcast, dan studio podcast.
Selain itu ruangan-ruangan yang harus memiliki suasana tenang seperti perpustakaan, ruang belajar, apartemen, bangsal rumah sakit, serta klinik kesehatan dan kecantikan.
Jika Harus Melakukan Keduanya, Mana yang Harus Dilakukan Dahulu?
Apabila suatu ruangan memerlukan penyerapan sekaligus pemblokiran suara, contohnya seperti studio musik, maka yang perlu dilakukan adalah membloking suara terlebih dahulu karena material-material sound proofing harus diinstal di bagian paling dasar. Tidak bisa diinstal di sisi terluar permukaan ruangan.
Apabila Anda melakukan penyerapan suara terlebih dahulu maka saat akan melakukan pemblokingan suara maka material-material penyerap suara tersebut harus Anda bongkar lagi > kemudian memasang material pemblokir suara > memasang kembali material penyerap suara. Anda harus kerja 4 kali.
Sementara jika melakukan pemblokingan suara terlebih dahulu maka Anda hanya perlu bekerja 2 kali.
Sudah tahu apa yang dibutuhkan ruangan Anda, dan berniat membloking suara maupun menyerap suara sendiri? Anda bisa mendapatkan material-material sound proofing dan sound absorbing di MyStudio Acoustic. Informasi lebih lanjut silakan hubungi WhatsApp kami.
Dapatkan tips dan informasi bermanfaat lain seputar akustik dan suara di Instagram, TikTok, dan Youtube MyStudio secara gratis.