Treatment akustik adalah serangkaian treatment yang diterapkan pada sebuah gedung maupun ruangan agar gema maupun gaung pada ruangan/gedung tersebut berkurang.
Ruangan pasti akan memiliki gema maupun gaung, tetapi tingkatnya berbeda-beda. Semakin luas dan tinggi sebuah ruangan maka gema maupun gaung akan semakin parah.
Jika dibiarkan saja maka ketika ruangan digunakan untuk menyelenggarakan suatu acara seperti konser musik maka hal tersebut akan mengganggu jalannya acara. Oleh karena itu, treatment akustik perlu diterapkan.
Perbedaan Gaung dan Gema
Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana menerapkan treatment akustik, mari pelajari terlebih dahulu apa perbedaan antara gaung dan gema.
Jika hanya merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia maka gaung dan gema memiliki arti yang sama. Keduanya hanya berupa synopsis. Namun, sebenarnya keduanya berbeda.
Gaung adalah pantulan suara yang terdengar bersamaan dengan bunyi asli. Sementara gema adalah pantulan suara yang terdengar setelah bunyi asli berhenti.
Dalam Bahasa Inggris, gaung dikenal dengan istilah reverberation sementara gema dikenal dengan istilah echo.
Di bawah ini merupakan perbedaan gaung dan gema secara lebih lengkap:
-
Waktu Datangnya
-
Gaung (reverberation): Bersamaan dengan suara asli
-
Gema (echo): Setelah suara asli berhenti/selesai
Ilustrasi di bawah menggambarkan kemunculan gaung dan gema:
Sumber: Cirrus Research
-
Jarak Sumber Suara dengan Media Pantul
Pantulan suara terjadi akibat gelombang suara asli menabrak suatu media kemudian terpantulkan.
Gaung terjadi karena jarak antara sumber suara berdekatan dengan media pantul. Jarak yang dekat tersebut di bawah 20 meter.
Oleh karena itu, gaung lebih sering terjadi di dalam sebuah gedung/ruangan seperti studio, ruang rapat, karaoke room, bioskop, home theater, dan ruang kelas.
Sementara gema terjadi karena jarak antara sumber suara jauh dari media pantul, jaraknya lebih dari 20 meter.
Gema lebih sering terjadi pada ruangan berukuran besar seperti aula, gedung serbaguna, ballroom, gedung olahraga, stadion, dan tempat-tempat alami seperti goa dan tebing.
-
Bunyi yang Terdengar
Gaung terdengar tidak jelas karena terjadi bersamaan dengan suara asli sehingga suara gaung saling bertumpuk.
Sementara suara gema terdengar jelas karena terjadi setelah suara asli berhenti total sehingga tidak saling bertumpuk.
Lantas apakah artinya gaung lebih mengganggu dibandingkan dengan gema? Keduanya tetap sama-sama mengganggu!
Sekarang jika sebuah aula digunakan untuk konser musik. Bayangkan, setiap penyanyi berhenti menyanyikan satu kalimat maka akan muncul gema sementara gema terjadi sepanjang konser. Tentu saja akan sangat mengganggu.
Terlebih, gema bukan hanya terjadi pada vokal manusia. Suara alat musik juga akan bergema. Tentu saja ini membuat musik terdengar jelek.
Jadi, baik gaung maupun gema keduanya sama-sama akan mengganggu jalannya acara, apapun acara tersebut. Maka harus segera ditangani menggunakan treatment akustik.
Perbedaan lain dari gaung dan gema adalah gema dapat digunakan untuk mengukur jarak yang sangat jauh. Sementara gaung tidak dapat digunakan untuk mengukur jarak.
Contoh pemanfaatan gema adalah untuk mengukur kedalaman laut menggunakan sonar pada kapal. Tidak mungkin seseorang mengukur kedalaman laut secara manual dengan cara menyelam karena pada kedalam tertentu tekanan air akan sangat kuat dapat menyebabkan telinga tuli dan pembuluh darah pecah, sekalipun orang tersebut merupakan seorang penyelam professional.
Treatment Akustik untuk Mengurangi Gaung dan Gema
Acoustic treatment ada dua jenis, yaitu penyerapan suara (sound absorbing) dan penyebaran suara (sound diffusing). Sementara untuk mengurangi gema dan gaung, treatment yang digunakan adalah sound absorbing menggunakan bahan-bahan yang bersifat absorber. Di antaranya adalah:
-
Acoustic Foam
Bahan treatment akustik yang paling banyak digunakan adalah acoustic foam atau lebih dikenal dengan nama busa peredam.
Acoustic foam terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
→Busa Telur merupakan jenis acoustic foam yang bentuknya mirip dengan wadah telur. Memiliki harga yang paling ekonomis di antara acoustic foam lainnya. Sangat cocok digunakan pada vocal booth maupun studio youtube pribadi.
→Busa Piramid merupakan acoustic foam berbentuk piramida. Ia memiliki penyerapan yang baik pada suara frekuensi tengah (mid frequency).
→Busa Zigzag berbentuk seperti beberapa atap rumah segitiga yang saling berjajar. Kelebihan busa zigzag adalah mampu menyerap suara yang datang arah depan dengan baik.
→Busa Frustum merupakan busa akustik yang memiliki kemampuan menyerap suara dari arah depan dan samping.
→Busa bass trap adalah busa akustik yang digunakan untuk menyerap suara frekuensi tengah hingga rendah 200 Hz.
-
Panel Absorber
Panel absorber terdiri dari dua jenis, yaitu panel absorber yang dapat dilepas-pasang dan panel absorber custom.
Panel absorber yang dapat dilepas-pasang memiliki ukuran tetap, yaitu 120x60x10 cm. Terbuat dari multiplek, rockwool density 60 kg/m3 dan finishing dari kain berpori. Dapat dipasang pada dinding maupun plafon. Mampu menyerap suara pada rentang frekuensi tengah hingga tinggi di atas 1 Khz.
Sementara panel absorber custom merupakan panel absorber yang ukurannya dibuat khusus sesuai dengan tingkat gema maupun gaung di dalam suatu ruangan. Pemasangannya ditanam di dalam dinding maupun plafon sehingga tidak bisa dipindahkan kapanpun. Frekuensi suara yang diserap pun tergantung dari spesifikasi panel absorber custom.
-
Diaphragmatic Absorber
Diaphragmatic absorber adalah absorber yang memiliki jangkauan penyerapan luas hingga di bawah 100 hz. Oleh karena itu meskipun rentang penyerapannya luas, panel absorber ini banyak digunakan untuk mengurangi frekuensi rendah yang berlebih,
Diaphragmatic absorber berbentuk balok dengan dimensi 120 x 60 x 31,5 cm. Rangkanya terbuat dari MDF. Bagian dalamnya terdapat foam dan multiplek, sementara bagian depannya difinishing dengan kain berpori warna hitam, sekilas tampilannya seperti speaker zaman dulu.
Diaphragmatic absorber dipasang secara vertikal pada dinding di belakang loud speaker yang diletakkan pada meja maupun stand/tripod speaker.
-
Panel Bass Trap
Panel bass trap juga merupakan broadband absorber. Rangkanya terbuat dari multiplek, bagian dalamnya diisi dengan rockwool density 60 kg. Ia juga difinishing dengan kain berpori.
Hal yang membedakan bass trap dengan diaphragmatic absorber adalah bentuknya. Bass trap berbentuk limas dan harus dipasang pada sudut ruangan, tidak dapat dipasang pada bagian lain. Selain itu, struktur/susunan bagian dalamnya tidak berlayer seperti diaphragmatic absorber.
-
Panel Diffsorber
Panel diffsorber merupakan peralatan treatment akustik yang unik karena ia adalah perpaduan dari panel absorber dan panel diffuser. Berbentuk persegi dengan ukuran 120 x 120 x 10 cm. Bagian depannya terbuat dari papan berperforasi (berlubang). Lubang-lubang tersebut memiliki ukuran dan jarak yang ditentukan sedemikian rupa, bukan asal dibuat.
Panel diffsorber cenderung menyerap suara pada frekuensi 100 Hz hingga 10 Khz. Sementara suara pada frekuensi di bawah 100 Hz dan di atas 10 Khz penyerapannya sangat sedikit.
Pembahasan lebih detail mengenai bahan-bahan treatment akustik di atas dapat Anda lihat di Tiktok, Instagram, dan Youtube MyStudio Acoustic Artwork.